PERATURAN BUPATI SLEMAN NOMOR 29.1 TAHUN 2019 TENTANG TARIF PELAYANAN KESEHATAN PADA PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT

Published by:

Peraturan Bupati Sleman Nomor 29.1 tahun 2019 tentang tarif pelayanan pada puskesmas di wilayah sleman.

Peraturan ini berlaku mulai 1 Februari 2020.

Untuk lebih jelasnya bisa download PDF pada link di bawah.

 

Link perbup mengenai tarif puskesmas : Perbup Sleman Nomor 29.1 Tahun 2019 tentang Tarif Pelayanan Puskesmas

Ruang Perawatan Puskesmas Turi

Published by:

Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Turi merupakan salah 1 dari 25 puskesmas yang terletak di kabupaten Sleman.

Puskesmas Turi yang terletak di Jalan Pakem – Turi, Randusongo, Donokerto, Turi, merupakan unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten Sleman yang berjenis perawatan dan memiliki Ruang UGD yang cukup memadai.

Visi yang ingin dicapai oleh Puskesmas Turi adalah “Puskesmas Turi Sebagai Pilihan Utama Masyarakat dalam Upaya Kesehatan yang berdaya saing dan Berkeadilan”.

B. Misi
1. Memberikan pelayanan dasar yang bermutu, terjangkau, dan berkeadilan.
2. Menumbuhkembangkan partisipasi masyarakat di bidang kesehatan.
3. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan.
4. Meningkatkan manajemen dan sistem informasi kesehatan.
5. Meningkatkan kemitraan dengan pihak lain.

Pelayanan Rawat Jalan
Pelayanan Rawat jalan di puskesmas turi setiap hari rata-rata menangani kurang lebih sebanyak 90-120 pasien, untuk semua poli di rawat jalan.  Puskesmas Turi memiliki fasilitas BP Umum, BP Gigi, KIA, Laboratorium, Gizi, Konsultasi Psikologi,  Fisioterapi dan   Apotek.

Ruang Tunggu Rawat jalan

Ruang Tunggu Rawat jalan

 

Ruang BP Umum

Ruang BP Umum

 

Ruang BP Gigi

Ruang BP Gigi

Ruang Psikologi

Ruang Psikologi

Pelayanan Rawat Inap
Kegiatan rawat inap adalah proses perawatan pasien oleh tenaga kesehatan professional dalam jangka waktu tertentu secara intensif. Puskesmas Turi memiliki ruangan rawat inap sebanyak 10 Kamar dengan 1 bed untuk pasien per kamarnya.

Fungsi Puskesmas Rawat Inap sebagai tempat rujukan pertama bagi kasus tertentu yang perlu dirujuk, mempunyai beberapa fungsi pokok, antara lain :
Fungsi sesuai dengan tugasnya yaitu pelayanan,pembinaan dan pengembangan, dengan penekanan pada fungsi pada kegiatan yang bersifat preventif, promotif, dan fungsi rehabilitative
Fungsi yang berorientasi pada kegiatan teknis terkait instalasi perawatan pasien sakit, instalasi obat, instalasi gizi, dan instalasi umum.
Puskesmas Turi sebagai puskesmas perawatan melayani kartu Jamkesmas, Askes yang sekarang adalah terintegrasi menjadi BPJS.

Gedung Rawat Inap Puskesmas Turi

Gedung Rawat Inap Puskesmas Turi

Denah Ruang Rawat Inap

Denah Ruang Rawat Inap

Ruang UGD

Ruang UGD

Ruang Tunggu Rawat Inap

Ruang Tunggu Rawat Inap

Kamar Perawatan Rawat Inap

Kamar Perawatan Rawat Inap

SERAH TERIMA JABATAN PUSKESMAS TURI 2017

Published by:

Puskesmas Turi pada tanggal 7 Januari 2017 mengadakan acara serah terima jabatan (sertijab) Kepala UPT Puskesmas Turi, dari Bp H. Dulzaini,S.Kep (yang ditugaskan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman) ke Ibu dr. Pinky Christina Dewi. Acara ini dilaksanakan di Aula Puskesmas Turi.

Suatu hal yang cukup berat jika suasana kerja yang terjalin baik harus berubah (walaupun perubahan bisa saja ke arah yang lebih baik), hal ini terjadi juga pada kami para staf Puskesmas Turi, dimana kami harus ditinggalkan oleh Kepala Puskesmas yang sudah memajukan puskesmas Turi. Akan tetapi dengan kepemimpinan yang baru, dr. Pinky semoga puskesmas Turi lebih maju dari sebelumnya.

Sertijab diawali dengan pembukaan yang di moderatori oleh ibu Titi Pratiwi W,S.Psi, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari kepala TU Bp Iswanto, SKM dan sambutan dari kepala Puskesmas. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan penyerahan tugas Kepala Puskesmas dari Bp H. Dulzaini,S.Kep ke dr. Pinky Christina Dewi secara simbolis dan disaksikan oleh seluruh staf Puskesmas Turi. Kemudian dilanjutkan acara photo bersama.

Semoga pergantian jabatan ini memberikan perubahan lebih baik untuk Puskesmas Turi.

img_2918

img_2925

img_2937

img_2948

Puskesmas Turi

Published by:

sri-purnomo-muslihatun
sri-purnomo-muslihatun

sri-purnomo-muslihatun

JOGJA – Biro Tata Pemerintahan (Tapem) Setprov DIJ sudah menerima radiogram dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait waktu pelantikan bupati-wakil bupati serta wali kota-wakil wali kota, dilakukan se-rentak pada 17 Februari 2015. Namun di DIJ, baru disebutkan untuk Bantul dan Gunungkidul saja. Kepala Biro Tapem setprov DIJ Benny Suharsono mengatakan, dalam radiogram memang hanya menyebutkan Bantul dan Gunungkidul, tapi pihaknya juga mengusulkan Sleman untuk dilantik bersamaan 17 Februari nanti. ”Tiga wilayah, Bantul, Gunungkidul dan Sleman kan sama-sama habisnya, maka kami usulkan ber-samaan,” ujar Benny saat dihubungi kemarin (12/2).

Menurutnya, usulan tersebut belum mendapat respons dari Kemendagri. Pihaknya masih me-nunggu konfirmasi dari pusat. Benny berharap tiga kabupaten itu bisa melakukan pelantikan bersamaan di Bangsal Kepatihan, Jogja. ”Ya ini tiga-tiganya masih nunggu,” ungkapnya.Terkait isu yang muncul untuk pelantikan bupati-wakil bupati Sleman terpilih, seperti kemungkinan hanya dilantik bupati saja, Benny membantahnya. Menurut dia, sesuai dengan ketentuan, pencalonan merupakan pasangan bupati dan wakil bupati. ”Kalau bupati dilantik dulu, wakilnya belakangan, masa kerjanya bisa beda-beda. Tetap dilantik bersama,” tegasnya. (pra/laz/ong)